APJII Bali Samakan Ekspektasi Anggota dan Pengurus Terkait Penataan Fiber Optic
APJII Bali Samakan Ekspektasi Anggota dan Pengurus Terkait Penataan Fiber Optic

Forum Ngopi Bareng Akomodasi Kegelisahan Industri yang Muncul dalam Tele Komuni Kasih
Denpasar, 13 Februari 2026 —
Badan Pengurus Wilayah APJII Bali menggelar forum “Ngopi Bareng” guna menyamakan ekspektasi antara anggota dan pengurus terkait implementasi Sistem Jaringan Utilitas Terpadu (SJUT) serta penataan kabel fiber optic di Bali.
Ketua Wilayah APJII Bali, Made Kharta, tidak hanya mengundang ISP yang berdomisili di Bali, tetapi juga ISP dari luar Bali yang beroperasional di wilayah Bali. Pendekatan ini dilakukan untuk memastikan diskusi mencerminkan kondisi industri secara menyeluruh.
Forum tersebut juga menghadirkan Dedy Eska Partama, CEO Jinom dan Koordinator Komunitas & Keanggotaan Bali Tech Startup (BTS), sebagai panelis dalam sesi diskusi.
Mengakomodasi Kegelisahan Industri
Pertemuan ini berlangsung dalam konteks dinamika industri yang sebelumnya juga dibahas dalam forum Tele Komuni Kasih pada 2 Februari 2026.
Dalam forum tersebut, sejumlah pelaku ISP menyampaikan kebutuhan akan:
- Koordinasi yang lebih terstruktur dalam menyikapi SJUT
- Pemetaan jalur backbone dan distribusi
- Mekanisme komunikasi kolektif kepada pemerintah
- Perlindungan terhadap keberlanjutan investasi infrastruktur
Forum APJII Bali pada 13 Februari dinilai menjadi ruang formal untuk mengakomodasi kegelisahan tersebut dan menerjemahkannya ke dalam kerangka kelembagaan yang lebih sistemik.

Penguatan Peran Asosiasi Berbasis Sistem
Dalam pemaparan yang disampaikan, APJII Bali menggariskan langkah-langkah strategis yang meliputi :
- Pengumpulan data anggota dan wilayah layanan
- Pembangunan support system
- Pengembangan aplikasi pelaporan
- Pembentukan tim reaksi cepat
- Penguatan sinergi dengan pemangku kebijakan
Pendekatan berbasis data ini dipandang penting untuk memperkuat posisi asosiasi sebagai mitra dialog pemerintah dalam proses penataan infrastruktur.
Dengan sistem yang terstruktur, aspirasi anggota dapat disampaikan secara kolektif dan terukur.
Infrastruktur dan OTT dalam Satu Ekosistem
Diskusi juga menegaskan bahwa stabilitas infrastruktur fiber optic memiliki keterkaitan langsung dengan layanan OTT (Over The Top) yang digunakan masyarakat.
Layanan seperti:
- Streaming dan hiburan digital
- Mobile banking dan sistem pembayaran
- Marketplace dan e-commerce
- Sistem rumah sakit berbasis cloud
- Aplikasi pariwisata dan hospitality
bergantung pada kualitas jaringan lokal.
Karena itu, penataan kabel tidak dapat dilihat semata dari sisi estetika, tetapi juga dari perspektif kesinambungan layanan publik dan ekonomi digital.
Gangguan pada jalur backbone atau distribusi berpotensi memengaruhi performa layanan OTT dan aktivitas masyarakat yang bergantung pada konektivitas.
Dari Komunitas ke Koordinasi Struktural
Jika Tele Komuni Kasih menjadi ruang refleksi dan konsolidasi awal di tingkat komunitas industri, maka forum APJII Bali menjadi langkah lanjutan dalam membangun koordinasi struktural melalui asosiasi resmi.
Keduanya memiliki tujuan yang sejalan, yaitu:
- Menjaga stabilitas infrastruktur
- Memperkuat komunikasi dengan pemerintah
- Melindungi keberlanjutan layanan digital bagi masyarakat
Melalui sinergi antara ruang komunitas dan struktur asosiasi, industri telekomunikasi Bali diharapkan mampu menghadirkan pendekatan yang lebih terkoordinasi dan berorientasi pada kepentingan bersama.
Menjaga Fondasi Rumah Digital Bali
Upaya penguatan sistem koordinasi ini menegaskan bahwa infrastruktur fiber optic dan layanan OTT berada dalam satu ekosistem yang saling bergantung.
Stabilitas jaringan lokal menjadi fondasi bagi pertumbuhan startup, fintech, hospitality digital, serta aktivitas ekonomi masyarakat.
Dengan koordinasi yang lebih kuat, APJII Bali diharapkan mampu berperan sebagai penghubung antara industri, pemerintah, dan ekosistem digital dalam menjaga kualitas konektivitas Bali.





