Djoin Menggalang Pendanaan Awal Untuk Membantu Lembaga Keuangan Mikro Melayani Masyarakat Indonesia Yang Tidak Memiliki Akses Perbankan Di Daerah Pedesaan Dan Terpencil
Djoin Menggalang Pendanaan Awal Untuk Membantu Lembaga Keuangan Mikro Melayani Masyarakat Indonesia Yang Tidak Memiliki Akses Perbankan Di Daerah Pedesaan Dan Terpencil

Tangan yang bersebelahan
- Lebih dari 50% penduduk Indonesia tidak memiliki akses ke layanan perbankan atau memiliki rekening bank sama sekali, dan mereka sangat bergantung pada lembaga keuangan mikro (LKM), terutama koperasi kredit, untuk layanan keuangan. Berbeda dengan bank konvensional yang melayani nasabah di kota-kota besar, koperasi kredit menjangkau daerah pedesaan dan terpencil, melayani separuh populasi negara.
- Djoin yang berbasis di Bali baru saja mendapatkan pendanaan awal dari 500 Global untuk menyederhanakan proses pemberian pinjaman lembaga keuangan mikro (LKM) di Indonesia. Tim ini membantu mengoptimalkan pengelolaan pinjaman, mengurangi kredit macet, dan meningkatkan stabilitas keuangan bagi LKM.
- Djoin menyampaikan bahwa mereka memfasilitasi penyaluran pinjaman lebih dari US$35 juta pada tahun 2023, merekrut lebih dari 80 klien lembaga keuangan mikro (MFI) di Bali, Jawa Timur, dan Nusa Tenggara Timur, serta membantu mengurangi rata-rata kredit macet (NPL) mereka sebesar 52% dari tahun 2022 hingga 2023.
- Modal baru ini akan digunakan untuk mempercepat strategi pemasaran mereka, memperbesar tim, memperluas kemampuan platform pinjaman, dan berekspansi di Indonesia.
- Didirikan bersama oleh Wayan Indra Adhi Suputra, Farzikha Soerono, dan I Putu Takumi Wijaya, Djoin menyediakan platform perbankan ujung-ke-ujung untuk memenuhi kebutuhan masyarakat yang kurang terlayani oleh perbankan dan yang tidak memiliki akses ke layanan perbankan. Layanan keuangan mereka meliputi:
- Perangkat lunak SaaS perbankan untuk membantu lembaga keuangan mikro (MFI) dan anggotanya dalam melakukan penyetoran, penarikan, penerimaan, pengiriman, dan pemantauan transaksi.
- Mesin pengambilan keputusan kredit untuk meningkatkan proses penjaminan kredit lembaga keuangan mikro (MFI).
- Produk penyaluran pinjaman untuk menjembatani pemberi pinjaman, lembaga keuangan mikro (MFI), dan anggota.
- Solusi ini pada akhirnya akan memungkinkan lembaga keuangan mikro (MFI) untuk membiayai komunitas yang kurang terlayani oleh perbankan dengan suku bunga yang lebih rendah, sehingga mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan dan inklusif bagi negara.
- CEO Indra Adhi Suputra berbagi, “Dengan memberdayakan lembaga keuangan mikro dengan teknologi lokal yang meningkatkan kecanggihan keuangan mereka, kami membangun komunitas yang lebih kuat dan tangguh di Indonesia.”
- Selamat kepada tim Djoin!
- Baca kisah selengkapnya di e27.
Berita lain yang mungkin Anda lewatkan:
- CEO Pandai, Khairul Anwar, berbagi pelajaran dari perjalanan startup tersebut, memberdayakan siswa untuk mencapai tujuan akademis mereka.
- CARSOME berada di jalur yang tepat untuk mencapai EBITDA US$20 juta tahun ini; fokus pada pertumbuhan yang menguntungkan dan mempersiapkan diri untuk IPO di masa depan.
- ‘Jaringan laba-laba’ Dagangan menangkap permintaan dari daerah pedesaan Indonesia, perusahaan multinasional, dan merek lokal.
- Vircle melakukan uji coba pembayaran tanpa uang tunai di sekolah-sekolah negeri untuk menumbuhkan kebiasaan pengelolaan uang yang cerdas dan literasi keuangan di kalangan siswa.
- GXS Bank, bank digital yang didukung oleh Grab, berencana untuk meraih keuntungan pada Maret 2027, sebagian dengan menggandakan portofolio pinjaman mereka setiap enam bulan.
- Carousell dan Lazada meluncurkan fitur tukar tambah iPhone online di Singapura untuk pembelian di LazMall, pengecer resmi Apple.
- Carousell dianugerahi penghargaan Company of Good oleh National Volunteer & Philanthropy Centre (NVPC).




