Tele Komuni Kasih Resmi Digagas di Denpasar
Tele Komuni Kasih Resmi Digagas di Denpasar

Forum Industri Telekomunikasi Bali Dorong Kesadaran Kolektif atas Stabilitas Infrastruktur dan Layanan OTT
Denpasar, 2 Februari 2026 —
Sebuah forum diskusi industri telekomunikasi bertajuk Tele Komuni Kasih resmi digagas di kantor Jinom, Jalan WR. Supratman, Denpasar. Forum ini diinisiasi oleh Dedy Eska Partama, CEO Jinom sekaligus Koordinator Komunitas & Keanggotaan Bali Tech Startup (BTS), sebagai ruang dialog bagi para pelaku industri ISP di Bali dalam menghadapi berbagai tantangan strategis sektor telekomunikasi.
Forum tersebut mempertemukan sejumlah penyedia jasa internet untuk membahas isu-isu aktual, termasuk implementasi Sistem Jaringan Utilitas Terpadu (SJUT), stabilitas jaringan fiber optic, serta dampaknya terhadap layanan digital masyarakat.
Mendorong Perspektif yang Lebih Luas dari Sekadar Teknis
Tele Komuni Kasih dirancang bukan sekadar sebagai forum teknis atau bisnis, melainkan sebagai ruang refleksi kolektif industri terhadap peran sosial infrastruktur internet.
Dalam diskusi tersebut, peserta sepakat bahwa infrastruktur fiber optic saat ini telah menjadi bagian penting dari layanan publik dan aktivitas ekonomi digital. Gangguan pada jaringan tidak hanya berdampak pada pelanggan individu, tetapi juga berpotensi mempengaruhi layanan OTT (Over The Top) yang digunakan masyarakat luas.
Layanan seperti:
- Streaming video dan hiburan digital
- Mobile banking dan sistem pembayaran
- Marketplace dan UMKM daring
- Sistem rumah sakit berbasis cloud
- Platform pariwisata dan perhotelan
bergantung pada stabilitas jaringan lokal yang dikelola oleh ISP.
Karena itu, stabilitas infrastruktur dipandang sebagai fondasi utama dalam menjaga keberlangsungan layanan OTT dan aktivitas ekonomi digital di Bali.
Penataan Kabel dan Pentingnya Koordinasi Teknis
Salah satu topik utama yang dibahas adalah implementasi SJUT yang mendorong penataan kabel fiber optic dari jalur udara ke bawah tanah.
Peserta forum menyatakan pada prinsipnya mendukung penataan demi estetika dan keamanan kota. Namun, diperlukan koordinasi teknis yang menyeluruh untuk memastikan bahwa proses tersebut tidak mengganggu:
- Jalur backbone antar wilayah
- Jalur redundansi jaringan
- Koneksi layanan vital seperti rumah sakit dan perbankan
Diskusi menekankan pentingnya pemetaan topologi jaringan secara komprehensif sebelum dilakukan tindakan penertiban atau relokasi kabel.
Langkah ini dinilai penting untuk menghindari gangguan terhadap layanan publik dan menjaga reputasi kualitas internet Bali.
Infrastruktur dan OTT dalam Satu Ekosistem
Forum juga menegaskan bahwa infrastruktur jaringan dan layanan OTT merupakan bagian dari satu ekosistem yang tidak terpisahkan.
Fiber optic berfungsi sebagai fondasi, sementara OTT menjadi layanan yang langsung dirasakan masyarakat. Keduanya saling bergantung dalam mendukung kehidupan sosial dan ekonomi digital.
Seiring meningkatnya kebutuhan internet pada 2026, koordinasi antar pelaku industri dinilai menjadi faktor kunci dalam menjaga kualitas konektivitas Bali sebagai destinasi wisata internasional dan pusat aktivitas digital.
Menuju Kolaborasi Industri yang Lebih Terstruktur

Tele Komuni Kasih diharapkan menjadi ruang dialog berkelanjutan yang mendorong:
- Kolaborasi antar ISP
- Peningkatan standar penataan jaringan
- Kesadaran atas tanggung jawab sosial industri
- Penguatan komunikasi dengan asosiasi dan pemangku kebijakan
Forum ini menjadi langkah awal dalam membangun pendekatan yang lebih terkoordinasi dan berorientasi pada kepentingan bersama, khususnya dalam menjaga stabilitas layanan OTT dan infrastruktur digital Bali.




